Evan Dimas, Arek Suroboyo yang Wakili Indonesia Berguru ke Barcelona
Tak Menyangka Lolos karena Seleksi Sangat Ketat
Sabtu, 04 Agustus 2012 – 09:05 WIB

Evan Dimas bersama keluarga. Foto: SIDIK MAULANA TUALEKA/JAWA POS
Karena prestasinya bersama timnas U-17, remaja bernama lengkap Evan Dimas Darmono itu berhak langsung tampil di semifinal di Jakarta. Di antara 30 pemain, tersaring lima orang saja yang berhak melaju ke final. Yaitu, Evan, Randy Chandra, Rainhard Romario, Eriyanto, dan Apriyono. Mereka lantas disandingkan dengan masing-masing lima pemain terbaik dari Malaysia, Singapura, dan Thailand di Jakarta pada 10-13 Juni lalu.
Dua puluh pemain itu tak Cuma digembleng latihan, namun juga diadu dengan membagi mereka menjadi dua tim di Gelora Bung Karno, Jakarta: Nike The Chance A dan Nike The Chance B. Posisi penjaga gawang sengaja diambil dari luar peserta seleksi. "Seleksinya sangat ketat. Saat itu saya tergabung di tim B dan berhasil menyumbangkan satu gol," kenang remaja berzodiak Pisces itu.
Setelah laga yang dimenangkan tim A dengan skor 4-3 itu, empat pelatih dari empat negara, yakni Widodo C. Putro (Indonesia), Nophol Pibulvech (Thailand), Ong Kim Swee (Malaysia), dan V. Sundramoorthy (Singapura), plus Simon McMenemy (pelatih tim A) dan Yeyen Tumena (pelatih tim B), melakukan evaluasi. Hasilnya, terpilihlah empat pemain tadi.
Mantan kapten Persebaya Mursyid Effendi menganggap Evan memang sangat pantas terpilih mewakili Indonesia. Mursyid yang membawa Evan masuk ke skuad Mitra Surabaya yang tampil di Kompetisi Internal Persebaya bahkan menyebut pengagum Xavi Hernandez itu sebagai "anak ajaib" karena luar biasanya talenta anak pertama di antara empat bersaudara itu.
SAKING berbakatnya, eks kapten Persebaya Mursyid Effendi menyebut Evan Dimas sebagai "bocah ajaib". Di Akademi La Masia, Barcelona, Evan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara