Fadli Zon Sebut KKB di Papua Seperti Kelompok Teroris

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR bidang Polhukam Fadli Zon, mengecam tindakan kelompok bersenjata OPM yang menyandera ribuan warga di Desa Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura, Papua.
Dia menyebut aksi tersebut sebagai satu tindakan yang tak bisa ditolerir dan mencederai HAM.
"Saya mengecam keras tindakan penyanderaan oleh kelompok bersenjata OPM. Apa yang mereka lakukan bukan lagi tindakan kriminal biasa. Melainkan bentuk tindakan terorisme. Sehingga mereka lebih tepat disebut kelompok teroris, daripada kelompok kriminal," tegas Fadli.
Penyanderaan tersebut, tak hanya melanggar hukum Indonesia, tapi juga mengancam hidup ribuan warga sipil di Papua. Menurutnya, ini semacam test the water dari OPM.
Karena itu, Fadli menegaskan, pihak Kepolisian dan TNI harus berupaya keras agar para sandera bisa segera bebas.
Apalagi ini sudah lebih dari empat hari. Tentunya kondisi warga terisolasi sudah mulai kekurangan makanan. Kondisi fisik mereka juga pasti menurun.
Dalam kondisi ini, pihak Kepolisian dan TNI sebisa mungkin menghindari kontak senjata.
"Utamakan pendekatan persuasif dan preventif. Namun, kita pun harus menunjukkan kedaulatan dan tak didikte oleh kelompok separatis. Masyarakat bertanya-tanya kenapa kejadian ini seperti dibiarkan dan aparat tak bertindak tegas. Masyarakat juga banyak yang menanyakan, mengapa mereka hanya disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) bukan kelompok teroris atau separatis," imbuhnya.
Tindakan KKB di Papua tak bisa ditolerir dan menciderai HAM
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV