Fahri Curigai Intelijen di Balik Pendeportasian Abdul Somad

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bereaksi atas kabar tentang deportasi terhadap Ustaz Abdul Somad saat tiba di Bandara Hong Kong, Sabtu (23/12). Legislator dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menduga ada upaya untuk memancing buruh migran Indonesia di Hong Kong sebagai pengundang Ustaz Abdul Somad terprovokasi dan bertindak radikal.
Fahri melalui akunnya di Twitter menduga ada sisa-sisa jaringan intelijen yang diuntungkan dari aksi terorisme untuk memancing tindakan radikal dari buruh migran Indonesia yang bekerja di Hong Kong. “Mereka sengaja membuat orang Islam radikal supaya gampang ditumpas. Teman-teman BMI Hong Kong waspadalah!” ujar Fahri, Minggu (24/12).
Lebih lanjut Fahri menuturkan, tak semua kalangan bisa menerima dakwah Ustaz Abdul Somad. Terlebih, dai asal Riau itu selalu blak-blakan dalam berdakwah.
“Beliau apa adanya. Bahasanya tidak ada eufimisme yang bohong,” sambung Fahri.
Dugaan saya,
Ini sisa2 jaringan intelijen #WarOnTerror yang kerjaanya gitulah. Mereka Gak sadar kalau jamaah Ustadz yang ditolak masuk bisa jadi radikal. Atau mereka sengaja membuat orang Islam radikal supaya gampang ditumpas. Teman2 BMI Hongkong waspadalah.! https://t.co/oSKQGM3UoY — #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) December 23, 2017
Padahal, kata Fahri menegaskan, tutur kata Ustaz Abdul Somad enak didengar. Sebagai orang Melayu, Abdul Somad selalu berbahasa Indonesia secara baik dan benar.
“Ustaz Abdul Somad adalah guru dalam banyak hal. Waktu akan mengisahkan,” tulis Fahri
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bereaksi atas kabar tentang deportasi terhadap Ustaz Abdul Somad saat tiba di Bandara Hong Kong untuk memenuhi undangan para TKI.
- 3 Berita Artis Terheboh: Konten Willie Salim Bikin Heboh, UAS: Rendang Konspirasi
- Soal Konten Rendang Willie Salim, UAS Beri Sindiran Menohok
- Di Hong Kong, Fadli Zon Banggakan Film Nasional kian Mengglobal
- Perusahaan Perikanan Asal Tual Ini Kembali Ekspor Kerapu Hidup ke Hong Kong
- Bersama UAS, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Warga Tingkatkan Ketakwaan
- BAMTC 2025: Tim Indonesia Waspadai Ganda Hong Kong