Fahri-Fadli Maju Pilpres? Pakar: Jadi Lelucon Pun Tak Layak
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengakui, popularitas Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah cukup mumpuni.
Namun, apakah semua itu cukup untuk jadi modal mereka maju berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilu 2019 nanti?
"Pengandaiannya terlalu berlebihan. Jika pun ingin lelucon dalam politik, tapi bukan duet Fahri dan Fadli di Pilpres 2019. Masih banyak lelucon lain yang lebih fresh," ujar Adi kepada JPNN, Minggu (18/2).
Pandangan senada juga dikemukakan pengajar dari Universitas Mercu Buana Maksimus Ramses Lalongkoe. Dia menilai sepertinya sukar terwujud bagi Fahri maupun Fadli, untuk maju sebagai capres maupun cawapres dengan didukung partai politik.
Pasalnya, Fahri yang merupakan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, tengah bermasalah dengan partainya. Bahkan permasalahan bergulir hingga ke meja hijau setelah partai berlambang padi dan bulan sabit kembar tersebut menyatakan memecat Fahri.
Sementara Fadli, sepertinya tidak mungkin melangkahi Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini kemungkinan bakal tetap setia mendukung mantan Danjen Kopassus tersebut sebagai calon presiden dari Gerindra.
"Saya kira kalau dari jalur independen mungkin saja. Tapi kalau diusung partai, sepertinya enggak mungkin," pungkas Ramses yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia.(gir/jpnn)
Popularitas Fadli Zon dan Fahri Hamzah memang cukup mumpuni. Namun, apakah semua itu cukup untuk jadi modal mereka maju berpasangan pada Pilpres 2019 nanti?
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Jadi Ketua Dewan Pembina PARFI '56, Fadli Zon Sampaikan Komitmen untuk Industri Film
- Di Hong Kong, Fadli Zon Banggakan Film Nasional kian Mengglobal
- Hong Kong International FILMART 2025, Fadli Zon: Saatnya Indonesia Jadi Pemain Utama
- Hari Musik Nasional 2025, Vinyl Indonesia Raya dari 8 Versi Diluncurkan
- Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara
- Piring Kembar