Fahri Hamzah: BJ Habibie Berhenti Setelah Melaksanakan Tugas Raksasa

Atas segala hal yang dilakukan itu, Fahri menganggap Habibie pantas mendapatkan semacam hadiah Nobel dari pemerintah Indonesia. Menilik jasa besar, Habibie memang layak mendapatkan penghargaan dari negara. "Kalau mau adil, menurut saya orang seperti Pak Habibie harusnya mendapatkan hadiah Nobel," terang Fahri.
"Coba kalau Pak Habibie salah cara memimpinnya bisa rusak negara ini. Namun, karena kebesaran jiwa, kecerdasan otaknya, kebaikan hatinya, dan kejernihan pikirannya , Pak Habibie mengantarkan kita semua menjadi negara yang sampai sekarang, Alhamdulillah bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," timpal dia.
BJ Habibie meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat, Rabu pukul 18.05 WIB. Jenazah Habibie dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9). (mg10/jpnn)
Fahri Hamzah mengenang kembali saat BJ Habibie menolak maju dalam pemilihan presiden.
Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan
- Dapat Penghargaan dari UNS, Mentan Amran Ikuti Jejak BJ Habibie
- Pemerintah Gelontorkan Duit Rp 19 Triliun untuk Renovasi Sekolah dan Ponpes
- Fahri Hamzah Sebut Pembangunan Rusun Solusi untuk Mengubah Kawasan Kumuh jadi Modern
- Reza Rahadian Mengajak Publik untuk Mengunjungi Wisma Habibie & Ainun
- Wisma Habibie & Ainun Dibuka untuk Umum, Reza Rahadian Ungkap Sebuah Kenangan
- Akhirnya Wisma Habibie & Ainun Dibuka untuk Umum