Fahri: Perlu Perkuat Komunikasi Antarkamar di DPR
jpnn.com, JAKARTA - Komunikasi antar DPR, MPR dan DPD belum terbangun dengan baik. Sebab, koordinasi antarkamar di parlemen itu belum diatur dalam Undang-undang (UU) MD3.
Untuk itu, perlu ada penguatan komunikasi antar ketiga kamar tersebut.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, saat rapat koordinasi dengan Badan Keahlian DPR menerima laporan tim reformasi parlemen dan manajemen blue print modernisasi DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/11).
Menurutnya, sistem demokrasi di tanah air terbilang masih baru. Karenanya, menurut Fahri, harus sadar perubahan ini dibutuhkan.
"Karenanya butuh keberanian. Postur dari sistem lembaga perwakilan kita ini, karena kita ini sibuk sendiri dan belum koordinasi dengan kamar-kamar lain. Karena hubungan antarkamar yang tidak diatur sebetulnya," kata Fahri.
Dia mencontohkan, hubungan DPR dengan MPR itu belum ada aturannya.
"Sehingga MPR itu sendiri, kita sendiri, dengan DPD juga nyaris tidak ada komunikasi antar kamar dan tidak dimapankan komunikasi antar kamar," terangnya.
Untuk itu, kata Fahri, perlu ada regulasi untuk memperkuat sistem komunikasi antar kamar di parlemen.
Hubungan antara DPR dan MPR belum diatur
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV