Fahri Tenangkan Warga Papua yang Teriak Minta RUU DOB Disahkan

jpnn.com - JAKARTA - Ditundanya pengesahan Rancangan Undang-undang Daerah Otonomi Baru (DOB) karena tidak tercapai kesepakatan tingkat I antara pemerintah dengan Komisi II DPR RI, membuat masyarakat Papua dan Papua Barat 'ngamuk'.
Bahkan, salah seorang perwakilan masyarakat Papua yang berada di ruang sidang berteriak-teriak mempertanyakan janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Semua wartawan, SBY bilang Papua boleh minta apapun tapi jangan minta merdeka, mana SBY. Jangan bohongi rakyat Papua," teriaknya di ruang Sidang Paripurna DPR, Senin (29/9).
Keributan di ruang sidang tersebut berusaha diredam Fahri Hamzah dari Fraksi PKS dengan menemui mereka di balkon ruang sidang. Fahri menyatakan DPR masih memperjuangkan aspirasi mereka.
"Saya minta diam. Kita masih berjuang di forum ini. Jadi saya minta diam dulu," kata Fahri sambil meminta agar mereka semua tidak membuat keributan.
Oktav, salah seorang warga DOB Kabupaten Yapen Barat Utara, yang akan memisahkan diri diri dari Yapen Barat, Papua, menyatakan pemekaran harus dilakukan.
"Harus ada pemekaran, karena kita terolosir. Dengan pemekaran pembangunan bisa merata. APBD kami kecil, sulit untuk membangun," katanya.(Fat/jpnn)
JAKARTA - Ditundanya pengesahan Rancangan Undang-undang Daerah Otonomi Baru (DOB) karena tidak tercapai kesepakatan tingkat I antara pemerintah dengan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump