Faisal Basri, Mengejar Kursi Gubernur DKI Jakarta dengan Modal Saweran
Dapat Rp 4,7 Juta dari Bantingan Jemaat Gereja
Minggu, 05 Februari 2012 – 00:05 WIB

Faisal Basri bersama putranya, Muhammad Athar Basri di rumahnya Jalan Ciasem, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto; Ridlwan/Jawa Pos
Satu demi satu dukungan muncul. Terutama dari kalangan LSM dan aktivis. "Saya sowan ke Pak Sarwono Kusumaatmadja (mantan menteri LH). Beliau sangat mendukung, bahkan menugasi jaringannya untuk membantu saya," kata peraih award Pejuang Anti-Korupsi 2003 dari Masyarakat Profesional Madani tersebut.
Untuk menggalang dukungan, Faisal memakai prinsip volunteerism atau kesukarelaan. "Kami datang ke rumah warga. Alhamdulillah mereka menyiapkan hidangannya sendiri. Kami disambut dengan baik tanpa harus membawa apa-apa," ujarnya.
Memang, ada juga warga yang saat didatangi kemudian menagih sembako. "Tapi, saya bilang, bukannya justru kami merendahkan dukungan Bapak Ibu jika menilainya hanya dengan sebotol minyak goreng, mi, dan beberapa kilo beras. Lalu, setelah jadi, kami bebas memakai Rp 36 triliun APBD DKI dan melupakan Anda," katanya. Lambat laun, warga pun paham.
Ada warga yang merelakan rumahnya menjadi pos komunikasi. Satu per satu mereka juga menandatangani surat dukungan dan memberikan fotokopi KTP tanpa imbalan. "Alhamdulillah sekarang sudah 600 ribu lebih dan terus bertambah," kata Faisal sembari membisikkan nama-nama tokoh dan pengusaha yang ikut memobilisasi dukungan. "Off-the-record, ya," tambahnya.
Faisal Basri kini rajin blusukan ke kampung-kampung di pelosok Jakarta. Itu adalah bagian dari ikhtiarnya untuk maju sebagai calon orang nomor satu
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara