Faisal Basri, Mengejar Kursi Gubernur DKI Jakarta dengan Modal Saweran
Dapat Rp 4,7 Juta dari Bantingan Jemaat Gereja
Minggu, 05 Februari 2012 – 00:05 WIB

Faisal Basri bersama putranya, Muhammad Athar Basri di rumahnya Jalan Ciasem, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto; Ridlwan/Jawa Pos
Di lapangan sekitar 200 relawan bekerja setiap hari untuk Faisal. "Tentu mereka ini butuh uang transpor, butuh bensin untuk jalan, butuh makan siang," kata mantan anggota Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tersebut.
Lantas, dari mana duitnya? Kocek pribadi? "Ah, mana punya duit saya," ucapnya.
Dana mereka galang dari saweran alias urunan di komunitas-komunitas. "Pernah suatu saat di sebuah gereja, jemaat spontan bantingan, dapat Rp 4.700.000," katanya.
Faisal juga mengadakan dinner untuk kalangan tertentu. Nanti, di sela-sela makan malam itu, Faisal dan Biem akan tampil untuk memaparkan program-program mereka. "Mejanya kami kasih tiket. Tidak mahal. Ada yang Rp 5 juta, Rp 3 juta, dan Rp 2 juta," terangnya.
Faisal Basri kini rajin blusukan ke kampung-kampung di pelosok Jakarta. Itu adalah bagian dari ikhtiarnya untuk maju sebagai calon orang nomor satu
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara