Fasilitasi Anak Pedagang, Enam Tahun Miliki 115 Santri

Dia juga menceritakan, awalnya TPA yang berada di Pasar Bata Putih itu hanya memiliki 25 orang santri. Dalam enam tahun santri di TPA itu bertambah empat kali lipat.
”Sekarang jumlah santri mencapai 115 orang,” ungkap Aan lagi.
Ditanyakan mengenai tenaga pengajar, Subhan yang sebelumnya menjabat Staf Humas PD Pasar Jaya ini mengaatkan tenaga pengajar didapatkan dari pengurus Masjid Al Ahyar yang lokasinya juga berada di lingkungan pasar.
”Selain itu ada juga pedagang yang berprofesi sebagai ustadz yang mengajar santri di TPA ini,” terangnya lagi.
Seiring keberadaan TPA Al Khoiriyah, membuat pedagang wanita di Pasar Bata Putih membentuk majelis taklim. Para pedagang perempuan itu mengaji setidaknya satu minggu sekali.
”Para pedagang sangat antusias menyambut kegiatan majelis taklim dan TPA yang ada di pasar ini,” katanya lagi.
Subhan juga menceritakan, sebenarnya untuk fasilitas belajar mengajar anak-anak, sebenarnya sudah ada dua pasar yang memiliki fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Yakni Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Minggu.
”Tapi kalau untuk TPA, mungkin baru Pasar Bata Putih ini yang memiliki,” ucapnya juga.
PASAR di Jakarta identik kumuh, semrawut dan tak terawat. Tapi berbeda dengan Pasar Bata Putih. Salah satu pasar di Kecamatan Kebayoran Lama itu
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara