Fasilitasi PKL di Trotoar, Anak Buah Anies Baswedan Tak Merasa Langgar Aturan
Selasa, 01 September 2020 – 06:55 WIB

Pejalan kaki melintas di bawah kabel listrik PLN yang menjuntai di trotoar Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/11/2019). Foto: ANTARA/HO-Sudin Binamarga Jaktim
Dalam Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan dinyatakan bahwa Trotoar yang memiliki lebar lebih dari lima meter boleh dijadikan tempat berjualan.
Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, sedikitnya ada delapan PKL yang akan ditempatkan di Jalan Sudirman-Thamrin. Namun, tentunya harus di titik trotoar yang lebih dari lima setengah meter dan tidak boleh menetap permanen.
"Model boks kotak ramah lingkungan. Itu tunggu peraturan Gubernur (Pergub) dan penetapan wali kota," ucapnya. (ant/dil/jpnn)
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, menjadikan trotoar sebagai tempat berjualan itu bisa dilakukan tanpa melanggar aturan
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Diduga Mabuk, Remaja Ini Menabrak Trotoar di Jalan Asia Afrika Bandung, Fasum Hancur
- Malam Takbiran, PKL di Kota Bandung Bakal Ditertibkan
- Polemik Pasar Tumpah di Jalan Merdeka & Ma Salmon Belum Usai, Pedagang Makin Banyak di Trotoar
- SIG Bersama Pemprov DKI Merevitalisasi Trotoar di Kawasan Kuningan
- Gerobak Dorong Kembali Padati Boulevard Artha Gading, Padahal Sudah Ditertibkan Satpol PP
- APKLI: Digitalisasi Pembayaran Pedagang Kaki Lima Perlu Diakselerasi