FBI Ungkap Tiada Ancaman Spesifik Dikaitkan dengan Perayaan Peringatan 9/11

jpnn.com - WASHINGTON - Amerika Serikat kembali memperingati serangan 9/11 untuk yang ke-14 kalinya pada hari ini, 11 September.
Seperti dilansir laman AFP, Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan sejauh ini pihaknya tidak ada menerima ancaman yang spesifik yang dapat dikaitan dengan peringatan runtuhnya dua menara kembar World Trade Centre (WTC) tersebut.
Dalam laporan AFP, Direktur FBI James Comey mengatakan pihaknya sedang memantau secara detail untuk ancaman-ancaman Al-Qaeda atau ISIS, dan dalam satu sidang intelijen. "Tidak ada ancaman spesifik dapat dikaitkan dengan serangan tersebut," ujarnya.
Jumat merupakan tanggal penting dalam sejarah dunia. Hari ini, warga dunia merayakan peringatan ke-14 serangan yang menghancurkan World Trade Center, ikon kota New York dan sebagian Pentagon. Diketahui insiden mengerikan itu telah menewaskan 3.000 orang yang tidak berdosa.
Pihak Al-Qaeda dikatakan bertanggung jawab atas serangan yang merekam serangan terburuk di negara Paman Sam itu, sekaligus mendesak pihak Amerika untuk meluncurkan era perang di Afghanistan dan Irak.
Laksamana Michael Rogers yang merupakan kepala Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat mengatakan, 11 September menandai tanggal yang "meninggalkan kesan paling banyak ke warga dunia."
"Anda mendengar kelompok berbicara tentang signifikan tanggal itu. Saya tidak perlu menyebut itu merupakan paling tinggi yang pernah saya saksikan selama 14 tahun ini."(ray/jpnn)
WASHINGTON - Amerika Serikat kembali memperingati serangan 9/11 untuk yang ke-14 kalinya pada hari ini, 11 September. Seperti dilansir
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Hamas Kecam Keras Israel yang Menunda Pembebasan Warga Palestina
- Menlu Sugiono Rayu Belanda demi Sukseskan Program Prioritas Indonesia
- Ini Layanan Medis Bedah Robotik Canggih di Pantai Hospital Ayer Keroh
- Mimpi Berkuasa Lagi, Donald Trump versi Amerika Selatan Malah Terjerat Kasus Kudeta
- Pesawat Delta Airlines Jatuh saat Mendarat di Toronto, Belasan Orang Terluka
- Ramadan Sebentar Lagi, Arab Saudi Kembali Siapkan Paket Bantuan untuk Indonesia