Fenomena Pendatang Saat Mudik, Wagub Jabar: Jangan Membebani Pemerintah!

jpnn.com, JAWA BARAT - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Erwan Setiawan merespons fenomena pendatang yang kerap terjadi saat musik Lebaran.
Kepada para pemudik yang pulang kampung, Erwan meminta agar jangan membawa saudara atau kerabat saat kembali ke daerah asalnya.
Pendatang dipersilakan pergi ke kota, asalkan sudah ada pekerjaan tetap.
"Saya berharap yang mudik nanti ketika kembali ke kota, kalau saudaranya belum pasti ada kerjaan, kecuali udah ada kerjaan," kata Erwan saat ditemui wartawan di kediamannya di Kabupaten Sumedang, Rabu (2/4).
Menurut Erwan, pendatang jika nekat datang ke kota tanpa bekal kemampuan dan tujuan pekerjaan, dikhawatirkan akan meningkatkan angka pengangguran.
"Jangan 'hayu ikut we, kumaha engke we neangan gawe (hayu ikut saja, gimana nanti di sana cari pekerjaan)' ya jangan lah. Nanti malah jadi beban orang yang bawa, dan terus pemerintah juga," jelasnya.
Erwan menerangkan, pendatang yang ingin ke kota dipastikan harus memiliki pekerjaan dan tujuan yang jelas. Jangan asal datang tanpa dibekali pekerjaan.
"Kalau belum ada pekerjaannya ya percuma tapi harus betul-betul cari kerjaan dulu udah pasti, baru dibawa ke kota," terang dia.
Pesan Wagub Jabar Erwan Setiawan soal fenomena pendatang saat arus balik. Tegas mengimbau jangan bawa saudara dari kampung halaman.
- Pemerintah Siapkan Retret Gelombang Kedua untuk Kepala Daerah
- Sopir Mengantuk, Mobil Pemudik Terjun ke Jurang di Garut Selatan
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi
- H+3 Pemudik Masih Padat di Terminal Kampung Rambutan
- Alhamdulilah, Ibu Atun Akhirnya Bisa Mudik ke Kampung Halaman
- ASDP Kembali Terapkan Diskon Tarif Layanan Ekspres Mulai 3-7 April, Ini Besarannya