Fenomena Penyalahgunaan Senpi Marak, Polri Perlu Perketat Pengawasan
jpnn.com - JAKARTA - Komisi III DPR menilai fenomena penyalahgunaan senjata api oleh oknum kepolisian belakangan marak. Namun, di sisi lain tingkat kriminalitas juga sangat tinggi sehingga aparat di lapangan tetap perlu diperlengkapi dengan senjata api.
Menyikapi kondisi yang ada Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai Polri harus memperketat SOP dan pengawasan penggunaan senjata api (senpi).
"Kalau polisi sama sekali tidak mengantongi senpi rasanya mustahil. Tingkat kriminal masih sangat tinggi dan sadis," ujar Sahroni di Jakarta, Senin (9/12).
Menurut dia dengan adanya fenomena penyalahgunaan senpi oleh oknum Polri harus disikapi dengan segera jajaran Polri terutama dalam meningkatkan pengawasan dan evaluasi penggunaan senjata api.
Dia menilai anggota Polri memang masih membutuhkan senpi, mengingat begal, pembunuhan, pencurian, masih marak di mana-mana.
Maka, polisi, terutama satuan reskrim, kata Sahroni, harus tetap memiliki senpi untuk memberikan efek psikologis kepada para pelaku kriminal di lapangan.
"Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaannya. Harus diawasi ketat psikologis pemegangnya dan dilakukan screening ketat secara berkala," ucapnya.
Dengan begitu, menurut Sahroni, nantinya polisi yang membawa senpi merupakan mereka yang stabil secara mental dan profesional dalam bekerja.
Komisi III DPR menilai Polri perlu memperketat pengawasan menyusul maraknya fenomena penyalahgunaan senpi oleh oknum.
- Kerja Kapolda Metro dapat Sorotan Buntut Kasus DWP
- Kasus Pemerasan Penonton DWP, Polri Beri Sanksi Demosi Lagi Seorang Personel
- Kasus Pemerasan di DWP, LBH Jakarta Sebut Kapolda Metro Jaya Harus Ikut Bertanggung Jawab
- Kasus Pemerasan Penonton DWP, 2 Polisi Lagi Kena Demosi
- Sahroni Minta Polisi Permudah Mekanisme Pelaporan Kasus, Jangan Persulit Korban
- Korpolairud Pecat 13 Polisi, Ada yang Menipu Hingga Melakukan Zina, Keterlaluan