Ferdy: Tak Perlu Mengemis ke Tesla, Indonesia Toh Raja Nikel Dunia
Smelter kedua dibangun PT Indonesia Guang Ching untuk memproduksi 600.000 ton feronikel per tahun.
Ekpansi perusahaan di atas masuk akal mengingat Cina adalah salah satu negara yang gencar mendorong pembangunan mobil listrik.
Dominasi perusahaan asing di tambang nikel membuat kedaulatan negara di sektor SDA diuji.
Pemerintah bisa saja tak berdaya berhadapan dengan dana besar yang dibawah investor asing dan lupa membuat perhitungan agar produksi nikel tak serampangan.
"Indonesia tak boleh bergantung pada perusahaan asing mendorong pengembangan mobil listrik. ANTM semestinya menjadi penopang kebijakan mobil listrik," katanya.
Ferdy berharap pemerintah memberikan kesempatan lebih besar kepada ANTM untuk mengontrol beberapa konsensi tambang potensial yang diciutkan INCO di Blok Bahodopi Utara dan Matarape.
Dia menyebut dalam lelang blok Bahodopi dan Matarape, pemerintah kelihatan lamban mengambil keputusan.
Lelang dua blok itu sudah berjalan sejak tahun 2018, tetapi pemerintah belum juga mengambil keputusan.
Ferdy menyebut Indonesia tak perlu mengemis ke produsen mobil listrik dunia seperti Tesla, Indonesia toh raja nikel dunia.
- Siap-Siap, Nissan Akan Meluncurkan 16 Unit Mobil Listrik Baru
- Tesla Memperkenalkan Prototipe Robotaxi Cybercab, Diklaim Hemat Biaya
- Tesla Model 3 dan Model Y Dapat Peningkatan Teknologi Smart Summon
- Gempuran Mobil Listrik Tiongkok Bikin Pemain Jepang Saling Bergandengan Tangan
- Pemerintah China Pilih Kendaraan Listrik Ini untuk Dijadikan Mobil Dinas
- Tesla Model Y Kini Mampu Menjelajah Sejauh 515 Km