Festival Maek 2024 Akhirnya Digelar, Kenalkan Sejarah Megalitikum di Minangkabau

"Maek bakal jadi pariwisata khusus. Lewat Festival, para arkeolog dan peneliti dunia akan membuka penelitian untuk mengungkap tabir dan misteri peradaban tertua," ujar Supardi
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin, mewakili Gubernur memberikan sambutan soal betapa pentingnya warisan sejarah di Maek.
"Menhir di Maek tak hanya membuat penasaran peneliti, tetapi juga orang Minangkabau, apakah ini bakal jadi lembaran baru dari kebenaran narasi sejarah?" katanya.
Di Sumbar, menhir dan artefak kerangka manusia purba paling berumur 4000 tahun banyak ditemukan di Maek. Hingga saat ini kapan masa hidup dari kerangka-kerangka itu belum dapat dipastikan.
Festival Maek menghadirkan kolaborasi akademisi, budayawan, dan seniman. Hal ini menjadi peluang kerja sama untuk mempromosikan adat istiadat budaya di Sumatera Barat.
Festival dibuka oleh seni pertunjukan ‘Mimetik Sulbi (Hikayat Batu Tegak)’, karya duet dramaturg S Metron Masdison dan Zuari Abdullah dengan Andre Junaidi sebagai pengisi musik.
Pementasan ini ingin mereplikasi peristiwa paling sublim dalam sejarah Maek, Batu Tegak. Pertunjukan ini dibawakan oleh sekelompok pemuda yang membopong batu besar serupa menhir.
Diiringi seorang "janang" (narator) yang membawakan prolog berbahasa minang. Para pemuda itu kemudian mamaek (memahat) batu tersebut.(jlo/jpnn)
Festival Maek 2024 yang digelar selama tiga mengenalkan sejarah megalitikum di Minangkabau.
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh
- Serangan Umum 1 Maret, Klaim & Versi (daripada) Soeharto
- Kebaya Noni Sukses Bikin Kagum di panggung Dunia
- Bangsa Pelupa dan Pemaaf, Sebuah Refleksi Tentang Karakter Kolektif Indonesia
- KIKT Dukung Pelestarian Warisan Budaya
- Sejarah Etnik Simalungun dan Kepahlawanan Rondahaim Saragih
- Mbak Rerie: Pembangunan Kebudayaan Bukan Langkah yang Mudah, Butuh Dukungan Semua Pihak