Fikri Faqih DPR: Hentikan Aksi Membenturkan Pancasila dengan Agama

Selain itu, sempat marak juga soal isu penggabungan mata pelajaran agama dengan Pendidikan Pancasila yang beredar di publik, bahkan sudah diprotes oleh asosiasi guru PAI Indonesia (AGPAII).
“Mereka tidak setuju penggabungan,” kata Fikri yang ikut dalam diskusi webinar Bersama AGPAII, kementerian agama, dan para pakar pendidikan, Minggu kemarin.
Secara khusus, Fikri meminta Kemendikbud RI agar mengomunikasikan kepada komisi X DPR sebagai mitra kerjanya terkait setiap isu krusial dan kebijakan yang akan diimplementasikan kepada masyarakat.
“Saya sudah tanya kepada Dirjen PAUD Dikdasmen Hamid Muhammad dan dijawab: selama ini kalau isu krusial pendidikan akan didialogkan dengan Komisi X, dan saya minta komitmen ini dipegang oleh Kemendikbud,” katanya.
Fikri melanjutkan, pengalaman di masa lampu komisi X selalu dikagetkan dengan kebijakan pendidikan yang terkesan mendadak dan tiba-tiba tanpa ada sesi sosialisasi terlebih dahulu.
“Seperti sistem zonasi yang berubah-ubah, full Day school, dan lain-lain. Kami hanya menerima imbasnya, tidak diajak berembug.”
FIkri juga meminta pemerintah agar tidak sering melempar isu yang sensitif di masyarakat, sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini malah terkesan pemerintah yang sering bikin gaduh dengan mengusik hal hal yang sensitif, seperti isu agama dan Pancasila.
“Kesannya dibenturkan kedua hal itu,” cetusnya.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul FIkri Faqih meminta pemerintah menghentikan aksi-aksi membenturkan Pancasila dengan agama.
- Rudi Hartono Bangun: Kebijakan AS Harus Disikapi dengan Hati-Hati
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- PA GMNI Dorong Etika Bernegara Berbasis Pancasila untuk Atasi Krisis Demokrasi
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis