Filipina Bisa Memilih Bongbong Marcos Jadi Presiden Baru Meski Keluarganya Menjarah Kekayaan Negara

Seorang mantan hakim Mahkamah Agung memperingatkan bahwa jika Bongbong Marcos memenangkan kursi kepresidenan, perjuangan selama puluhan tahun untuk memulihkan kekayaan haram keluarga kemungkinan akan berhenti.
"Bukti bahwa mereka memiliki kekayaan haram sangat banyak dan membingungkan," kata pensiunan hakim Antonio Carpio.
"Itulah masalahnya.
"Dia mungkin akan menghapus PCGG."
Bongbong Marcos sendiri telah membantah dia akan menutup organisasi yang didirikan untuk merebut kembali keuntungan haram ayahnya jika dia menjadi presiden, dan bahkan bersumpah untuk memperkuat perannya sebagai agen anti-korupsi.
"Saat pertama kali dibentuk, itu badan yang benar-benar anti-Marcos," katanya.
Tetapi Ruben Carranza mengatakan keterlibatan Bongbong Marcos sebagai pihak di pengadilan yang menantang tuntutan hukum pemerintah terhadap keluarganya, dan perannya dalam mengelola harta ayahnya, adalah bukti bahwa bahkan sebagai presiden, ia akan selalu menempatkan kepentingan keuangannya sendiri di atas kepentingan negaranya.
Bongbong Marcos sendiri mengakui bahwa dia secara pribadi mencoba menarik A$200 juta dari rekening bank rahasia keluarga di Swiss dalam beberapa minggu setelah keluarganya diasingkan.
Dalam pesawat yang diisi penuh dengan berlian, benda-benda seni, emas, dan uang tunai A$1 juta, Imelda dan Ferdinand Marcos melarikan diri dari Filipina dalam kehinaan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi