Film Ipar Adalah Maut jadi Pengingat Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan Keluarga
"Selain itu, perlu untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan berusaha memahami sudut pandang orang lain," terangnya.
Stefanus Andriano menyampaikan komunikasi asertif juga bisa menyelesaikan konflik secara damai dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Dia mengingatkan kurangnya komunikasi asertif, seperti dalam film Ipar Adalah Maut membawa konsekuensi negatif bagi hubungan keluarga.
Konsekuensi negatif atau dampak buruk tersebut, di antaranya ketidakpercayaan dan kecemburuan.
"Karakter saling mencurigai dan merasa cemburu, memicu perselisihan dan keretakan dalam hubungan," jelasnya.
Dampak buruk lainnya adalah memicu konflik dan pertengkaran.
Komunikasi yang kurang konstruktif dan kegagalan dalam menyelesaikan masalah secara damai memicu pertengkaran yang berkelanjutan.
Konsekuensi negatif lainnya adalah memicu terjadinya kekerasan dan perselingkuhan.
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya Stefanus Andriano mengemukakan pesan penting di balik cerita getir yang dihadirkan di film Ipar Adalah Maut
- Makin Mudah Bangun Loyalitas Pelanggan dengan OCA
- Baim Wong Lega Setelah Sidang Pembuktian, Ini Alasannya
- Unika Atma Jaya Raih Peringkat 3 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia
- Bedah Buku: Dosen Doktoral IPB Pastikan Teori-Teori Komunikasi Pembangunan Sudah On The Track
- Demi Keluarga Indonesia, IKEA Hadirkan Bonding Instruction
- Dukung Industri Media dan Komunikasi, Telkom Hadirkan Solusi Digital Indibiz