FIPG Minta Bea Impor Gula Nol Persen
Senin, 31 Agustus 2009 – 19:29 WIB
JAKARTA- Industri gula nasional nampaknya belum mampu menutup pasokan kebutuhan gula, menyusul kenaikan harga yang tidak terkendali di sejumlah daerah. Buktinya, Forum Industri Pengguna Gula (FIPG) Franky Sibarani justru meminta pemerintah untuk menurunkan bea masuk impor gula rafinasi hingga nol persen. "Kami sudah mengajukan kepada pemerintah," ujar Franky kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/8). Pada kesempatan itu, Franky membantah tudingan bahwa industri makanan dan minuman menjadi biang kenaikan harga gula. “Industri makanan dan minuman tidak ada hubungannya dengan kenaikan harga gula konsumsi di pasaran dan juga bukan salah satu faktor yang mempengaruhi adanya kondisi lonjakan harga gula,” ungkap Franky dalam konferensi persnya di kantor Departemen Perindustrian, Senin (31/8).
Menurutnya, sebagian besar industri makanan dan minuman yang ada di Indonesia sudah ketergantungan terhadap gula rafinasi. “Maka itu, dengan dibukanya kran impor tersebut dipastikan akan mampu mengurangi ketergantungan atas gula rafinasi tersebut,” jelasnya. Ia menambahkan, saat ini pemerintah menetapkan bea masuk impor gula rafinasi sebesar Rp 790 per kilogram.
Baca Juga:
Sementara itu disinggung mengenai realiasai impor, Franky menerangkan masih rendah apabila dibandingkan dengan kuota impor yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk tahun 2009 ini yang sebesar 380 ribu ton. “Mengenai realisasi impor, hingga saat ini baru mencapai 50 ribu ton dari sekitar 90 ribu ton yang dipastikan telag mendapat izin impor,” tandasnya yang menambahkan, dalam waktu dekat akan ada 2-3 perusahaan yang akan mendapatkan izin impor.
Baca Juga:
JAKARTA- Industri gula nasional nampaknya belum mampu menutup pasokan kebutuhan gula, menyusul kenaikan harga yang tidak terkendali di sejumlah daerah.
BERITA TERKAIT
- Pengecer LPG 3 Kg Diusulkan Menjadi Sub Pangkalan
- Kapolres Pamekasan Tak Segan Menindak Anak Buah yang Melanggar Hukum
- 5 Berita Terpopuler: Alhamdulillah Ada Kabar Gembira, Jatah untuk PPPK & PNS Sama, tetapi Honorer Harinya Kelabu
- BPS: 6,3 Juta Wisatawan Mancanegara ke Bali Sepanjang 2024
- Demo Honorer juga Bergolak di Daerah, Pasal 66 jadi Landasan, Maunya Full
- Irjen Iqbal Targetkan 129 Hektare Lahan Jagung Untuk Topang Ketahanan Pangan