Fokus Pada Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementan Dorong Pengembangan Kampung Hortikultura

“Kementan juga akan menguatkan program food estate dan korporasi pangan. Di sisi lain akan pertanian akan berlandaskan pada smart farming dan digitalisasi pertanian yang mendukung gerakan tiga kali ekspor (GRATIEKS),” jelasnya.
Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto saat pemaparan menyebutkan kegiatan prioritas hortikultura terdiri dari peningkatan produksi sayuran dan tanaman obat (bawang merah, aneka cabai, bawang putih dan kentang) berbasis kawasan termasuk pengawalan Food Estate Sumatera Utara.
“Selanjutnya peningkatan produksi buah dan florikultura yang terdiri dari pengembangan kawasan pisang, manggis, mangga dan lain-lain," katadia.
Selain itu, Prihasto menyebutkan adanya penyiapan benih unggul bermutu melalui sertifikasi, pengadaan benih unggul dan prasarana perbenihan. Pengamanan produksi melalu pengendalian OPT dan DPI termasuk peningkatan pengolahan dan pemasaran produk hortikultura.
Pengembangan kampung hortikultura terdiri dari kampung buah, kampung sayuran, kampung tanaman obat dan kampung florikultura. Penguatan kawasan hortikultura ini diperkuat dengan adanya kawasan bawang merah, bawang putih, tanaman obat, aneka cabai, tanaman obat, kentang dan sayuran lainnya termasuk di lokasi kawasan food estate.
“Untuk buah, antara lain kami mengembangkan kawasan pisang, manggis, durian, mangga, lengkeng, alpukat, jeruk, buah naga. Pada kategori florkultura terdiri dari kawasan krisan, anggrek, mawar dan melati,” papar Prihasto.
Sementara untuk renja 2022 Prihasto menyebutkan di antaranya kawasan bawang merah tetap mendapat porsi yang cukup besar, yakni 400 kampung, aneka cabai terdiri dari 500 kampung, disusul bawang putih 250 kampung. Pada kategori buah, kampung pisang dan kampung durian mendapat porsi 100 kampung. Disusul manggis 70 kampung, mangga, lengkeng dan alpukat sebanyak 65 kampung.
Selain pengembangan kampung hortikultura, Ditjen Hortikultura juga fokus untuk penumbuhan UMKM hortikultura dan digitalisasi pertanian melalui pengembangan sistem informasi (SI).
Sekjen Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono menyatakan saat ini Kementan tengah mengembangkan upaya pemulihan ekonomi nasional melalui program yang bertemakan 'Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural'.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Kementan Gelar Pelepasan Ekspor Gula Semut dari Kulon Progo
- KPK Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik di Kantor Hukum Visi Law Office
- KPK Periksa Rasamala Aritonang terkait Kasus TPPU di Kasus Kementan