Forkopi Dorong Pemerintah dan DPR Bisa Segera Bahas Revisi UU Perkoperasian
Namun, kata Andy Arslan, perlu ada pembedaan antara fraud (penipuan) dengan salah kebijakan di UU Tentang Perkoperasian.
Dia berharap pemerintah benar-benar mendengarkan aspirasi dari para pelaku koperasi, sehingga RUU bisa mengakomodasi semua kepentingan.
Forkopi, kata Andy Arslan, telah melakukan audiensi dengan beberapa fraksi di DPR antara lain Golkar dan PKS demi mewujudkan Revisi UU Tentang Perkoperasian.
"Artinya, Forkopi tidak hanya sekadar usul, tetapi langkah untuk mendukung itu terwujud, itu juga kami lakukan," katanya.
Sementara itu, Kartiko dalam sambutannya pas acara menyebut sebuah regulasi memang layak dilakukan penyesuaian dengan perkembangan, baik dari sisi alam dan teknologi.
Dia pun berharap Revisi UU Tentang Perkoperasian bisa segera dieksekusi demi mendukung percepatan perkembangan unit usaha tersebut.
"Ini harapannya bisa mendukung percepatan perkembangan perkoperasian di Indonesia," kata Kartiko yang juga berstatus ketua panitia diskusi.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sangat fokus pada perkembangan ekonomi kerakyatan, salah satunya perkoperasian yang juga akan dikembangkan.
Forkopi beranggapan Undang-Undang Tentang Perkoperasian sudah terlalu lama dan perlu ada pembaruan.
- Dirut Bank Mandiri Raih Best Financial Leader di Ajang CNBC Indonesia Award 2024, Darmadi Durianto: Membanggakan
- Quo Vadis Putusan MK Soal Kewenangan KPK Dalam Kasus Korupsi TNI: Babak Baru Keterbukaan & Kredibilitas Bidang Militer
- Pemberlakuan PPN 12 Persen untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
- BKPRMI Dukung Pajak Barang Mewah Hingga 13 Persen, Ini Alasannya
- MIND ID Tunjukkan Komitmen Dukung Proyek Hilirisasi, DPR Berkomentar Begini
- DPR Buka Suara soal Pelarangan BBM Bersubsidi untuk Ojol, Oh Ternyata