FPAN Tuding BPS Sajikan Data ABS

jpnn.com - JAKARTA- Anggota komisi XI DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo meragukan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang penurunan angka pengangguran. ‘’Banyak data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, dan hanya ABS (Asal Bapak Senang ) saja,’’ ujarnya kepada wartawan di gedung DPR Jakarta, Jumat (15/8).
Dradjad menunjuk jumlah pengangguran turun menjadi 8,5 persen pada Februari 2008. ‘’Jumlah yang sebenarnya di atas angka itu. Mengapa BPS menemukan angka itu, karena BPS mengubah pendataan para pengangguran,’’ jelasnya.
Menurut politisi dari PAN itu dalam bekerja, BPS sekarang memasukkan orang yang bekerja serabutan yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh data statistik ke dalam kelompok yang bekerja. ‘’Jadi, sector informal yang dulu tidak pernah disentuh BPS, sekarang dimasukkan ke kelompok yang bekerja.’’
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2008 mencapai 15,4 persen, merupakan angka terendah dalam 10 tahun terakhir.
Tahun 2006 angka kemiskinan mencapai 17,7 persen, tahun ini (Maret 2008) turun menjadi sekitar 15,4 persen. Tingkat pengangguran terbuka Februari 2006 sebesar 10,5 persen, pada Februari 2008 turun menjadi 8,5 persen, kata Kepala Negara.
JAKARTA- Anggota komisi XI DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo meragukan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang penurunan angka
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global