FPDIP Dukung Penolakan Perpanjangan Konsesi JICT

jpnn.com - JAKARTA - Fraksi PDI Perjuangan DPR secara tegas menyatakan dukungan terhadap perjuangan Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (SP-JICT), Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka menolak perpanjangan konsesi yang ingin digolkan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino.
Ini terkait rencana PT Pelindo II memperpanjang konsesi JICT dengan kepada Hutchison Port Holdings (HPH) yang baru berkahir 2019, tapi sudah mau diperpanjang hingga 2039. Anehnya, nilai konsesi JICT malah merosot dari USD 243 juta pada 1999, menjadi hanya USD 215 juta untuk periode 2019-2039.
Melalui juru bicaranya, Rieke Diah Pitaloka, F-PDIP menyatakan menuntut, mendesak, penghentian pemberangusan terhadap SP-JICT, kembalikan karyawan yang dimutasi pada pekerjaan semula karena itu tindak pidana.
"Perpanjangan konsensi JICT harus sesuai dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Menolak tenaga kerja asing yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan," tegas Rieke, dalam pertemuan yang dihadiri pimpinan FPDIP Alex Lukman, Arif Wibowo, serta anggota FPDIP lainnya.
Terakhir, Rieke menyampaikan bahwa FPDIP mendukung pencopotan pejabat-pejabat Pelindo II, bila memang terbukti ada tindak pidana korupsi yang dilakukan sebagaimana pengusutan oleh Bareskrim Polri.(fat/jpnn)
JAKARTA - Fraksi PDI Perjuangan DPR secara tegas menyatakan dukungan terhadap perjuangan Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Wamenaker Noel Pastikan Kemnaker Berada di Garis Terdepan Perjuangkan Hak Buruh Sritex
- Sachrudin-Maryono: Jadikan HUT Kota Tangerang sebagai Momen Perkuat Kebersamaan & Kolaborasi
- Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Satu Institusi Menjadi 'Superbodi'
- Selamat, Guru Besar Untar Profesor Ariawan Gunadi Raih Penghargaan Internasional
- Baznas (Bazis) DKI Luncurkan 18 Program Ramadan, Target Kumpulkan ZIS Rp 120 Miliar
- Sritex Setop Operasional 1 Maret, Karyawan Teken Surat PHK