FPG Optimis RUU Pilpres Tanpa Voting
Jumat, 17 Oktober 2008 – 18:03 WIB

FPG Optimis RUU Pilpres Tanpa Voting
JAKARTA--Kendati lobby kelima, yang merupakan loby formal terakhir Pansus RUU Pilpres gagal melahirkan kesepakatan di Hotel Santika 15 Oktober lalu, Fraksi Partai Golkar (FPG) masih optimis kesepakatan syarat dukungan capres tidak akan melalui mekanisme voting. Sekertaris FPG Samsul Bahri, menegaskan, sikap Golkar yang sedikit melunak terkait syarat dukungan capres diharapkan bisa mencairkan kebekuan antar fraksi. Hal tersebut, diharapkan bisa memberikan arah positif sehingga fraksi lain yang tidak sepakat bisa mendukung cairnya perbedaan "Memang FPG sengaja mengalah dan turun agar bisa dicapai kompromi," tegasnya, Jumat 17 Oktober di Jakarta. Kendati fase rapat formal untuk RUU Pilpres sudah berkahir, FPG tetap menggunakan jalur musyawarah informal untuk mendekati fraksi lain. "Memang masih ada lobby informal yang terus dilakukan FPG. Soalnya, FPG juga tidak menginginkan persoalan syarat dukungan capres harus diputuskan melalui mekanisme voting," terangnya.
Baca Juga:
Sebelumnya, fraksi Golkar mengusulkan syarat dukungan capres 30 persen. Angka sama diajukan oleh PDI-P. Fraksi lainnya di DPR mayoritas mengusulkan syarat dukungan 15 persen.
Baca Juga:
Namun pada lobby terakhir, Golkar akhirnya mengalah dan turun di angka 25 persen. Keputusan Golkar ini tidak diikuti PDIP yang tetap ngotot pada 30 persen. Kabarnya, dalam lobby terakhir, PDI-P mengusulkan angka 29,99 persen.
JAKARTA--Kendati lobby kelima, yang merupakan loby formal terakhir Pansus RUU Pilpres gagal melahirkan kesepakatan di Hotel Santika 15 Oktober lalu,
BERITA TERKAIT
- Sopir Mengantuk, Mobil Pemudik Terjun ke Jurang di Garut Selatan
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi
- Libur Lebaran, 2 Wisatawan Hilang Tenggelam di Pantai Garut
- Gunung Marapi Meletus 3 Hari Berturut-turut
- Menlu Sugiono Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga