Fraksi Golkar Juga Dukung Setya Novanto Mundur Kok, Ini Buktinya

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR sekaligus inisiator mosi tidak percaya kepada Ketua DPR Setya Novanto, Taufiqulhadi, menyatakan tujuan gerakan moral itu hanya satu, mendesak Novanto mengundurkan diri.
"Dia harus mundur. Kalau dia tak dipercaya lagi, maka harusnya mengundurkan diri. Itu adalah fatsun politik. Fatsun itu penting dalam politik," kata Taufiqulhadi di gedung DPR Jakarta, Rabu (25/11).
Politikus Nasdem itu mengaku belum mendapatkan update terbaru mengenai jumlah anggota DPR yang turut serta menandatangani mosi tak percaya yang dia gerakkan bersama sejumlah anggota fraksi lain di DPR.
Menurut dia, pertemuan kembali soal mosi tak percaya baru akan dilakukan pada Kamis (26/11) besok. "Kalau berapa jumlah yang sudah menandatangani, saya belum tahu persis. Kami sebagai inisiatornya belum bertemu kembali. Kami baru akan bertemu besok," ujar Taufiq.
Mosi tidak percaya tersebut ditujukan kepada Ketua DPR Setya Novanto dalam perkara ""Dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memperoleh 20 persen saham PT Freeport sebagai imbalan".
Taufiq yakin penggalangan mosi tidak percaya dari anggota DPR lintas fraksi akan mendaopat banyak dukungan. "Saya yakin semua fraksi menandatangani. Saya komunikasi terakhir FPG (Fraksi Partai Golkar), mereka mendukung dan menaruh simpati," tambahnya.(fat/jpnn)
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR sekaligus inisiator mosi tidak percaya kepada Ketua DPR Setya Novanto, Taufiqulhadi, menyatakan tujuan gerakan moral
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Resmi Diperkenalkan, Evowaste Diharapkan Jadi Solusi Permasalahan Sampah
- Pengamat: Pemberantasan Korupsi Indonesia Tak Lebih dari Sandiwara
- Wakil Ketua MPR Ingatkan Potensi Peningkatan Pekerja Anak Harus Segera Diantisipasi
- Menhut Sebut Sorgum Tanaman Ajaib untuk Ketahanan Pangan
- Aturan Tunjangan Sertifikasi Langsung Ditransfer ke Rekening Bikin Guru Sumringah
- BAZNAS Ajak Pegawai KemenPPPA Tunaikan Zakat Lewat Lembaga Resmi