Galanggang Arang: Membangkitkan Nilai Universal di Warisan Tambang Batu Bara Ombilin

Dengan demikian, Galanggang Arang kurang lebih berarti sebagai gerakan untuk menghidupkan semangat menggali berbagai potensi yang terpendam dalam Warisan Budaya Dunia ini.
Potensi itu yang utama adalah nilai-nilai universal meliputi perkembangan kebudayaan, pertukaran nilai antarbudaya, juga persebaran dan pembentukan budaya baru sebagai bentuk pemuliaan kemanusiaan.
Dalam serial Galanggang Arang akan diselenggarakan sejumlah kegiatan seperti seminar, dialog warisan budaya, pameran foto WTBOS.
Selanjutnya, pemetaan dan kajian objek WTBOS, pertunjukan kesenian tradisi, bazar kuliner, ekspedisi, penciptaan karya kreatif (berupa seni musik, film, rupa), dan gelaran forum pemangku kepentingan.
Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menumbuhkan dan menjaga warisan budaya yang terkait dengan WTBOS, terutama di nagari-nagari yang terhubung melalui jalur kereta api.
“Galanggang Arang diharapkan dapat menjadi wadah gotong royong bagi segenap pemangku kepentingan untuk bersama-sama menggali nilai dari Cagar Budaya (CB) dan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang tersebar di sepanjang Kawasan Warisan Budaya ini,” ujar Hilmar.
Dia menambahkan tujuan akhir Galanggang Arang yaitu agar berbagai nilai tersebut dapat disebarluaskan kepada masyarakat dan dunia, serta dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan, teknologi dan ekspresi seni dan budaya, bagi terwujudnya ketahanan budaya dan kesejahteraan masyarakat.
Pembukaan Galanggang Arang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2023 di Asrama Haji dan Fabriek Bloc, Tabing, Padang.
Ditjen Kebudayaan menyelenggarakan serangkaian kegiatan Galanggang Arang atas penetapan situs tambang batu bara Ombilin sebagai warisan dunia.
- Ahmad Muzani Dukung Dangdut Didaftarkan jadi Warisan Tak Benda Asli Indonesia ke UNESCO
- Ini Tugas Atiqah Hasiholan dalam Pengelolaan Warisan Keluarga
- Dilaporkan Cucu Terkait Warisan, Ratna Sarumpaet Merespons Begini
- Gegara Harta Warisan, Manurung Hantam Kepala Abangnya Hingga Tewas
- Tragis! Ibu dan Anak di Surabaya Tewas Gegara Warisan, Kejadiannya Mengerikan
- Seniman Faida Rachma Soroti Isu Hunian dan Kepemilikan di Jakarta Biennale 2024