Gandeng PPATK Usut Aliran Dana Suap di BC

jpnn.com - JAKARTA - Polisi menggandeng Pusat Pelaporan dan Anlisis Transaksi Keuangan untuk mengusut aliran transaksi kasus dugaan suap dan pencucian uang terkait ekspor impor dengan tersangka bekas Kepala Sub Direktorat Ekspor Bea Cukai, Heru Sulastyono dan pengusaha Yusron Arif.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Arief Sulistyanto mengatakan bahwa Jumat pekan lalu, sudah menerima surat balasan dari PPATK.
Sebelumnya, polisi mengirim surat kepada PPATK meminta lembaga pimpinan M. Yusuf itu mengirim tim analisis untuk bersama-sama mengkaji semua transaksi yang ada.
"Sudah ditugaskan tim analis dari PPATK untuk membantu akselerasi proses analisis transaksi keuangan dalam penyidikan ini," ujar Arief di Bareskrim Polri, Senin (18/11).
Menurutnya, Kepala PPATK dalam surat itu mengatakan akan mengirim tiga orang untuk bersama-sama Polri melakukan kajian.
Menurut Arief, tim PPATK ini akan fokus memeriksa dang menganalisis terhadap HS dan juga oknum pejabat Bea Cukai lainnya.
"Kita tinggal menunggu kehadiran mereka. Mereka ini ahli dari sisi analisis," ungkap jenderal bintang satu ini.
Tak hanya itu, ia menambahkan, dalam proses tindak pidana pencucian uang memang dibutuhkan penjelasan PPATK. "Dan kita juga meminta PPATK sebagai ahli di dalam persidangan nanti," pungkasnya. (boy/jpnn)
JAKARTA - Polisi menggandeng Pusat Pelaporan dan Anlisis Transaksi Keuangan untuk mengusut aliran transaksi kasus dugaan suap dan pencucian uang
- Petrokimia Gresik Pertahankan Proper Emas Kementerian Lingkungan Hidup Selama 4 Tahun
- Regulasi THR Bagi Mitra Pengemudi Online Dinilai Menghambat Pertumbuhan Industri
- Usut Kasus Pajak, KPK Periksa Pihak Matahari Store hingga BPR Cita Makmur Lestari
- Terima Gratifikasi Rp21,5 Miliar, Eks Pejabat Pajak Ini Jadi Tersangka KPK
- Fraksi PKS Ajak Rakyat Kompak Dukung Kebijakan Prorakyat Prabowo
- Kepala BKN Ungkap Data Terbaru Seleksi CPNS dan PPPK 2024