Gandeng Telkomsel, Program Makmur Karawang Terapkan Teknologi Pertanian Presisi

Sementara itu, Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto mengungkapkan program Makmur berjalan mulus berkat dukungan para stakeholder yang terlibat dalam ekosistem.
Hingga hari ini program Makmur telah dilakukan pada 66.371 hektar dan melibatkan 48.404 petani.
Bob berharap teknologi pertanian presisi yang ditawarkan oleh Telkomsel memberikan dampak baik bagi petani, yaitu dari sisi hasil panen atau produktivitas dan penghasilan meningkat.
"Melalui program ini, kami berusaha membangun ekosistem yang dapat memberikan kemudahan bagi petani dalam berbudidaya. Hasilnya adalah peningkatan produktivitas yang berujung pada peningkatan keuntungan petani. Program Makmur ini mengedepankan penggunaan pupuk komersil dari Pupuk Indonesia Grup," kata Bob.
SVP Enterprise Account Management Telkomsel, Dharma Simorangkir menjelaskan program Makmur di Rawamerta ini menjadi pilot project penerapan teknologi presisi untuk sektor pertanian.
Menurut Dharma, teknologi presisi milik Telkomsel ini bisa diterapkan untuk komoditi padi, tebu, jagung dan tembakau.
"Melalui Program Makmur ini Telkomsel bisa berpartisipasi dalam teknologi pertanian. Nama program yang kami kembangkan adalah digital food ecosystem," seru Dharma.(chi/jpnn)
Para petani yang bergabung dalam program Makmur dipastikan mendapat banyak manfaat, mulai dari peningkatan produktivitas maupun penghasilan pertanian.
Redaktur & Reporter : Yessy
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Meraup Untung dari Kemacetan Arus Mudik, Pedagang Kopi Keliling Berseliweran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Pupuk Kaltim Fasilitasi Ratusan Pemudik Asal Bontang & Samarinda ke Kampung Halaman
- Telkomsel Siap Berburu Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz
- Jalur Mudik Karawang Berlubang, Pemudik Bermotor Mengalami Kecelakaan