Ganja Sintetis Diujicobakan Sebagai Obat Epilepsi Anak di Australia

Ganja sintetis berbeda dengan narkoba
Ganja sintetis juga berbeda dari narkoba berbahaya yang dikaitkan dengan kematian para pecinta pesta.
"THC merupakan komponen psikoaktif dan itulah bagian yang digunakan di pesta-pesta dan membuat ‘fly’. Kami tak memberikan THC, dan itulah alasan lain mengapa senyawa sintetis begitu menarik," kata Profesor Ingrid.
Agar memenuhi syarat untuk ambil bagian dalam percobaan, anak-anak itu harus telah mencoba tiga obat antiepilepsi yang gagal untuk mengobati kondisi mereka.
Nicholas Johnson, 14 tahun, berharap untuk menjadi salah satu dari mereka yang terpilih untuk ambil bagian dalam studi ini.
Ia menderita dua Sindrom Korteks dan mengalami kejang yang berpotensi berbahaya setiap harinya, dengan masing-masing kejang berlangsung hingga 30 menit.
Ibunya, D'Alene Johnson, mengatakan, ia telah mencoba spektrum obat yang tersedia untuk epilepsi anak, namun kejang yang dialami Nicholas menjadi lebih sering.
"Sulit untuk memonitor kapan hal itu akan terjadi, tapi pastinya kami merencanakan hari kami tak lepas dari serangan kejangnya. Uji coba ini jelaslah sesuatu yang kami harap akan menjadi kisah sukses kami,” harapnya.
Anak-anak di negara bagian Victoria, Australia, yang hidup dengan epilepsi parah akan ambil bagian dalam percobaan klinis internasional yang menguji
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana