Ganjar Keliling dengan Perahu Karet di Area Banjir, Terdengar Suara Bayi Menangis

"Kebutuhan susu penting, maka harus dipenuhi. Tadi saya minta ada yang beli susu, setidaknya untuk seminggu aman," tegasnya.
Terkait pantauan banjir, Ganjar mengatakan rata-rata masyarakat sudah mengungsi. Ia memang meminta semua warga mengungsi ke tempat aman, mengingat kondisi banjir cukup parah.
"Bu Lurah sudah cekatan dan membantu. Yang penting semua aman sambil kita pastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Satu soal air bersih, makanan, selimut dan lainnya. Air bersih tadi sudah didrop, makanan relatif aman," jelasnya.
Ganjar juga mengajak Kepala Dinas PSDA untuk melihat langsung kondisi yang ada. Nantinya, pihaknya meminta agar ada koordinasi dengan BBWS untuk penanganannya.
"Nanti biar bisa dicari, kira-kira percepatan untuk menanggulangi ini seperti apa. Apa yang harus dimodifikasi, kalau perlu biar nanti dicarikan pompa. Intinya semua harus berpikir untuk membereskan persoalan ini," ucapnya.
Menurut keterangan Lurah Trimulyo, Katarina Nevy Herawati, semua wilayah kelurahannya terdampak banjir.
Sekitar 3.000 warga semuanya mengungsi, baik di masjid, musala, sekolah dan di rumah-rumah warga yang tinggi.
"Untuk logistik aman, tapi memang untuk kebutuhan gizi balita dan ibu hamil belum ada. Nanti, kami akan koordinasikan untuk mendata mereka dan memastikan pemenuhan gizi tercukupi," ucapnya. (flo/jpnn)
Perhatian Gubernur Ganjar Pranowo tertuju pada seorang balita yang menangis ketika digendong ibunya.
Redaktur & Reporter : Natalia
- Tinjau Kondisi Tolitoli Plaza, Waka MPR: Kami Sangat Prihatin
- Terjun Langsung ke Cimanggung, Bupati Sumedang Pastikan Keselamatan Korban Banjir
- Federal Oil Menggelar Program Ganti Oli Gratis Bagi Korban Banjir Bekasi
- SKP Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir
- IKA UII Bantu Pemprov DKI Tangani Korban Banjir Jakarta
- Bank DKI Salurkan 7.000 Kilogram Beras dan Paket Sembako ke Korban Banjir Bekasi