Ganjar Menyarap Bareng Petani, Ada yang Minta Sumur, Sat Set, Tak Usah Tunggu Presiden

Menanggapi keluhan dari petani, Ganjar menerangkan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi memang terjadi di seluruh Indonesia. Salah satu sebabnya karena pemerintah telah mengurangi kuota atau jatah pupuk bersubsidi.
"Soal pupuk bukan hanya di Jawa Tengah, tetapi semua daerah di Indonesia,” tutur Ganjar.
Dia pun berkomitmen akan menyelesaikan persoalan pupuk dengan memperbaiki data petani, data luasan lahan, dan memperbaiki komoditas.
Menurut Ganjar, dengan data yang akurat, penyaluran pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhannya.
"Kuota pupuk harus ditambah sesuai dengan kebutuhan petani. Selain itu, perlu juga pendampingan dari penyuluh untuk membuat pupuk alternatif. Sehingga tidak ada lagi yang namanya petani kekurangan pupuk," tuturnya.
Sementara itu, soal permintaan sumur dari petani, Ganjar merespons dengan sat set.
"Mereka minta dibuatkan sumur kalau nanti jadi presiden. Tidak usah menunggu presiden, terlalu lama. Sekarang kalau dibolehkan (tidak money politic) kami buatkan," ujar Ganjar. (*/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Seusai menginap di rumah warga, Ganjar Pranowo menyantap sarapan bareng petani sambil menyerap aspirasi.
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Meraup Untung dari Kemacetan Arus Mudik, Pedagang Kopi Keliling Berseliweran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan
- 2 Reservoir Komunal Milik PAM Jaya Beroperasi, Alirkan Air ke 2.367 Keluarga
- Program Desalinasi Gubernur Jateng Berhasil, 250 KK di Pekalongan Menikmati Air Minum Gratis