Ganjar Pranowo: Pemerintah Pusat Harus Mendengarkan Suara Masyarakat

"Aku yo ora tegel (saya tidak tega), bagaimana ada orang jualan pecel, yang duduk di situ teman-teman ojol, tukang becak, kan, kasihan, mereka tidak bisa kalau beli makanan kemudian di makan di tempat lain. 'Kan, mereka orang yang kerjanya keliling," kata dia.
Oleh karena itu, Ganjar berpendapat apabila PPKM darurat diperpanjang, mungkin pemerintah memperbolehkan warung melayani makan di tempat dengan penerapan prokes ketat.
"Kalau mereka jualan di trotoar, misalnya, ya sudah makan di situ dikasih jarak dengan gambar silang-silang. Menurut saya, itu kompromi yang bagus," ungkapnya.
Sementara itu, terkait dengan penutupan mal, Ganjar juga mengusulkan agar pusat perbelanjaan tersebut tetap boleh buka asalkan prokes ketat.
Kalau ada pengunjung yang tidak pakai masker, serta tidak ada pembatasan jumlah pengunjungnya, akan langsung ditutup.
"Jadi, itu sebenarnya cara-cara yang bisa dilakukan kalau mau diperpanjang karena jeritan masyarakat mengatakan itu berat," ujarnya.
Dia menambahkan pemerintah bisa tetap mengambil keputusan perpanjangan PPKM darurat dengan model yang sudah ada seperti sekarang ini.
Namun, lanjut Ganjar, harus ada upaya pendataan dan penyiapan kekuatan untuk membantu masyarakat tetap di rumah.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan kalau PPKM darurat diperpanjang dengan pola yang sama seperti sekarang ini, maka akan berat bagi masyarakat. Ganjar pun meminta pemerintah harus mendengarkan suara masyarakat.
- Wamendagri Jelaskan Tiga Kebijakan Pempus Setelah Revisi UU Otsus
- Pengangkatan CPNS & PPPK 2024 Mundur, Pemprov Jateng Tunggu Instruksi Pemerintah Pusat
- Pemerintah Pusat Izinkan Program Sarapan Gratis, Pramono Segera Laksanakan
- Agung Nugroho Berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat Atasi Masalah Infrastruktur & Banjir di Pekanbaru
- Megawati Anggap Ganjar Sudah Benar Bersikap Tolak Kedatangan Israel ke Indonesia
- Prabowo Usul Pemilihan Kepala Daerah Kembali ke DPRD, Ganjar: Ojo Kesusu