Ganjar: PSBB itu Sakit, Lockdown itu Sakit

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan Jawa Tengah sampai saat ini belum ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di tingkat daerah, baru Kota Tegal yang sudah menjalankan PSBB.
Hal tersebut disampaikan Ganjar di sela-sela menerima bantuan dari seorang pengusaha kuliner Warung Makan Wongsolo untuk warga Jateng, hari ini.
"Jadi, di Jateng belum ada PSBB. Baru Kota Tegal, dan saat ini Kota Semarang baru menyiapkan diri," paparnya.
Menurut Ganjar, PSBB tidak perlu dilakukan jika imbauan pemerintah bisa dilaksanakan dengan baik.
"PSBB itu sakit, lockdown itu sakit. Jadi, tidak berharap PSBB. Asalkan, kita semua dapat menjaga jarak, cuci tangan, memakai masker. Kesadaran itu penting," tegasnya.
Ganjar juga menyinggung pengusaha kuliner Jateng untuk menerapkan kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
"Mulai malam ini, paling lambat besok pagi. Tolong sampaikan kepada pengusaha kuliner untuk mengatur jarak tempat duduknya. Layout harus dirubah. Kalau itu bisa dilakukan, maka tidak akan PSBB," imbuhnya.
Dia mencontohkan kesadaran masyarakat di Taipe yang sadar akan pentingnya memutus rantai penyebaran COVID-19.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan baru Kota Tegal yang memberlakukan PSBB.
- Momen Kapal Perang TNI AL Angkut 1.100 Pemudik Turun di Semarang
- Tempat Pembuangan Akhir Kota Pekalongan Ditutup 6 Bulan, Ini Penyebabnya
- THR Belum Cair, Ratusan Buruh Lapor ke Posko Pengaduan Jateng
- Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor, Gubernur Lutfhi: Berlaku 83 Hari
- KAI: Rute Jateng Jadi Favorit Pemudik Lebaran 2025
- Perbaikan Jalan Pantura Kaligawe Rampung, Ombudsman Dorong Pemantauan Rutin