Ganjar: Terima Kasih, tetapi Jangan Euforia Dulu
“Orang tua saya minta 'nganter' anak-anak. Yang sekolahnya dekat, jalan kaki atau naik sepeda, tetapi kalau orang tuanya lebih arif, sebaiknya diantar," ujarnya.
Ganjar juga mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Jateng mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah.
"Hal itu penting agar anak-anak bisa selamat dalam pelaksanaan PTM itu. Silakan, kalau dia ASN saya izinkan karena ini hanya sebentar," katanya.
Sejumlah tempat pariwisata, lanjut Ganjar, juga sudah mulai dibuka dan meminta agar pengelola melaksanakan uji coba agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Pemda saya minta berjaga, dibantu TNI dan Polri. Pengelola pariwisata juga saya minta tanggung jawabnya, kalau nggak siap jangan. Kalau mau buka, harus uji coba dulu dan lapor. Jangan sampai ceroboh karena bisa bahaya," ujarnya.
Lebih lanjut, Ganjar menyebutkan, penurunan kasus di Jateng harus disikapi dengan baik.
"Awas tren baru, ada varian Mu. Kita harus antisipasi, kami sudah membeli alat tes 'whole genome sequencing' untuk melakukan kontrol,” jelasnya.
Menurut Ganjar, beberapa daerah sudah diambil sampel untuk mengecek apakah ada varian baru yang masuk Jateng atau tidak.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat jangan euforia dulu setelah tidak ada satu pun daerah di Jateng yang masuk kategori PPM Level 4. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras menangani pandemi Covid-19.
- One Way Lokal Arus Balik Jateng Dimulai Hari Ini, Fokus di Tol Banyumanik
- Ikut Merasakan Mudik Gratis, Warga Doakan Aqua Makin Sukses
- Kala Mudik Gratis Jadi Harapan Perantau Asal Jateng
- 44 Mitra Ojol di Jateng Kaget Cuma Dapat BHR Rp 50 Ribu
- Rayakan Ramadan, AQUA Jalin Kemitraan Bersama DMI Jateng
- Menjelang Lebaran 2025, Gubernur Jateng Sebut Jalan Provinsi Bebas Lubang