Gara-gara Ini, KPU Yakin Pemilih Ganda Berkurang

jpnn.com - JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menyebut pemilih ganda dalam daftar pemilih sementara (DPS) di daerah yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dapat diminimalisir.
Penyebabnya, data yang diturunkan Kemendagri berupa daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) sebagai dasar penyusunan DPS, telah dilengkapi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, juga ada nomor kartu keluarga.
“Jadi tingkat kegandaan pemilih pada pilkada kali ini potensinya kecil. Kemudian kalau pun ada, itu bersumber dari mereka yang pindah dari tempat tinggal di mana mereka terdaftar,” kata Husni, Jumat (21/8).
Meski begitu KPU belum dapat mengumumkan jumlah DPS di 265 daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang. Begitu juga dengan jumlah data pemilih ganda yang ditemukan.
"Petugas hingga kini masih terus merampungkan proses pengecekan," terangnya.
Sebelumnya, DP4 yang diserahkan Kemendagri untuk Pilkada 2015 berjumlah 102,68 juta jiwa. KPU kemudian menyinkronkan data tersebut dengan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Presiden 2014 lalu. Data kemudian diteruskan ke KPU Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS). (gir/jpnn)
JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menyebut pemilih ganda dalam daftar pemilih sementara (DPS) di daerah yang menyelenggarakan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump