Garda NKRI Resmi Dukung Jokowi

jpnn.com, JAKARTA - Garda NKRI resmi memutuskan mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Keputusan itu diambil dalam rapat akbar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Garda NKRI di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Sabtu (6/10).
"Dengan rahmat Tuhan yang maha Esa, kami Garda NKRI menyatakan sikap resmi untuk mendukung penuh dan bulat Bapak Joko Widodo sebagai presiden dan Bapak Kiai Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,” ujar Ketua Umum DPP Garda NKRI Haris Pertama di arena rapat akbar Garda NKRI di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Sabtu (6/10).
Garda NKRI memutuskan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf itu karena beberapa pertimbangan. Haris menuturkan, Jokowi mampu menjaga kemajemukan bangsa dan negara untuk keharmonisan yang berpuluh-puluh tahun telah ada sejak kemerdekaan.
"Dan menjamin penegakan supremasi hukum dari tingkat elit sampai tingkat grassroot,” kata dia.
Dia berkeyakinan, Jokowi-Ma’ruf dapat menjadikan Indonesia berkedaulatan di bidang ekonomi. Serta memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional.
"Serta menjamin kebebasan dalam berdemokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata kandidat ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), ini.
Haris mengatakan, pergerakan mahasiswa mempunyai peran penting dalam membangun Indonesia yang beragam dan berkebhinnekaan.
Sedangkan Ketua Dewan Pembina DPP Garda NKRI Gangsar Sambodo menyambut baik keputusan rapat akbar DPP Garda NKRI yang telah mendeklarasikan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
Garda NKRI resmi memutuskan mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar