Gawat, Gara-gara Kemarau Panjang PLTA Tidak Bisa Beroperasi

jpnn.com - JAKARTA – Operasi beberapa Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) mengalami gangguan akibat musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini. Sedikitnya, dua PLTA besar yaitu PLTA Cirata 1000 Mega Watt (Mw) dan PLTA Saguling 700 Mw di Jawa Barat, tidak bisa beroperasi karena air waduk yang terbatas dan diprioritaskan untuk pengairan.
Imbasnya pasokan listrik dari beberapa pusat pembangkit ikut terganggu. Di Jawa Bali yang telah tersambung menjadi satu sistem kelistrikan, pada waktu beban puncak pukul 18.00 -22.00 waktu setempat mengalami kekurangan pasokan atau defisit daya.
“Beberapa PLTA lain juga mengalami hal serupa. Jadi terpaksa dilakukan pemadaman di beberapa lokasi secara bergilir. Maksimal selama tiga jam setiap kali padam supaya tidak terlalu mengganggu aktifitas pelanggan,” ujar Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto di Jakarta, Jumat (30/10).
Selain itu, gangguan juga terjadi pada main transformer PLTU Paiton unit 7 & 8 kapasitas 1200 MW, yang dioperasikan oleh Pailton Energy Company (PEC). Beberapa pembangkit besar juga mengalami gangguan, seperti PLTU Indramayu, PLTU Suralaya dan PLTU Pelabuhan Ratu.
“Akibat dari kondisi ini, dua hari terakhir ini terjadi defisit di Jawa dan Bali sekitar 1000 Mw di saat beban puncak. Beban puncak sistem kelistrikan Jawa Bali sekitar 23.900 Mw. Ada kemungkinan defisit ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan jika perbaikan beberapa pembangkit yang terganggu mengalami keterlambatan,” papar Bambang.
Atas ketidaknyamanan tersebut, PLN meminta maaf pada pelanggan yang mendapat giliran pemadaman listrik selama kurang lebih tiga jam lamanya. PLN berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat perbaikan pembangkit.(chi/jpnn)
JAKARTA – Operasi beberapa Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) mengalami gangguan akibat musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini. Sedikitnya,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump