Gawat, TPA Sidoarjo Tak Mampu Tampung Sampah

jpnn.com, SIDOARJO - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan tempat pembuangan akhir (TPA) di Jabon tak mampu lagi menampung kiriman sampah.
Dia mengatakan truk yang mengangkut kotoran rumah tangga itu hanya bisa berjajar di dalam TPA.
"Bisa dibilang tutup dengan sendirinya karena penuh. Sementara kami armada pengangkut sampah kami minta stand by di sini," ujar Bahrul Amig di Sidoarjo, Kamis.
Dia mengatakan puluhan truk pengangkut sampah yang selama ini beroperasi mengambil sampah dari TPST ke TPA kini terparkir di Jabon.
Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa solusi terkait menumpuknya sampah ini, salah satunya adalah mengoperasikan pembuangan sampah di sanitary landfill mulai Senin depan.
"Memang belum ideal, tapi kami akan segera mengoperasikannya sebagai solusi mulai November. Selain itu, Bapak Bupati juga telah menyiapkan solusi lain yakni landfill mining dengan mengolah sampah menjadi briket yang dibutuhkan industri sebagai bahan bakar," katanya.
Dia mengatakan briket sampah ini merupakan inovasi dari putra daerah yang telah diriset sejak beberapa tahun silam. Rencananya pengolahan sampah menjadi briket tak hanya dilakukan di TPA Jabon tapi juga di TPST kawasan.
"Memang Sidoarjo akan menjadi kota pertama yang menerapkan pengolahan sampah menjadi briket ini secara sempurna dan terintegrasi," ujarnya.
Tempat pembuangan akhir (TPA) di Jabon, Sidoarjo, tak mampu lagi menampung kiriman sampah rumah tangga.
- Wali Kota Jogja Minta Warga yang Buang Sampah Sembarangan Ditindak Tegas
- Tempat Pembuangan Akhir Kota Pekalongan Ditutup 6 Bulan, Ini Penyebabnya
- Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Dorong Revisi Undang-Undang Pengelolaan Sampah
- Sampah dari Jogja Sering Dibuang ke Klaten, DLH Jateng Langsung Perketat Patroli
- Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Kampus Berkolaborasi Mengatasi Darurat Sampah
- Rumah Mesin Salurkan Puluhan Pengolah Sampah ke 15 Kota dan Kabupaten Sepanjang 2024