Gayus Diperalat Jaringan Koruptor Tua
Minggu, 04 April 2010 – 20:24 WIB
Gayus Diperalat Jaringan Koruptor Tua
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengingatkan birokrat muda harus waspada dan tak mudah terperangkap ajakan korupsi berjamaah oleh para seniornya di lingkungan birokrat dan jaringan mafia koruptor yang sudah lama eksis. Karena takut terjerat KPK, mafia koruptor dan sejumlah oknum birokrat senior cenderung menjadikan anak-anak muda PNS sebagai pion sekaligus tameng. "
Trend ini harus diwaspadai," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (4/4). Dalam modus praktek pajak, lanjut Bambang, aksi korupsi dilakukan oleh PNS muda minim pengalaman tetapi berambisi hidup mewah. Para senior mereka memberi peluang dan akses, bahkan petunjuk. Hasil yang didapat sebagian besar disetor ke atasannya untuk dibagi-bagi, ujar mantan Anggota Pansus Bank Century ini.
Baca Juga:
Karena itu, tragedi Gayus Tambunan pantas dimaknai sebagai kejamnya mafia koruptor di tubuh birokrat, yang tak segan-segan mengorbankan hidup dan masa depan seorang pemuda. "Bayangkan, sebagai PNS muda dengan pengalaman seumur jagung, Gayus sudah dipercaya menangani hampir 200 wajib pajak (WP) kelompok perusahaan besar," ujar Bambang.
Kalau saat ini Gayus sudah mengumpulkan deposito sampai Rp28 miliar plus rumah mewah bernilai Rp3 miliar, bisa diasumsikan bahwa semua itu hasil korupsi selama 3-4 tahun. Berarti akses dan peluang untuk Gayus, katanya, sudah diberikan saat dia baru satu tahun menjadi karyawan Ditjen Pajak.
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengingatkan birokrat muda harus waspada dan tak mudah terperangkap ajakan korupsi berjamaah oleh
BERITA TERKAIT
- Dukung Larangan SOTR di Jakarta Utara, Sahroni: 90 Persen Berakhir Tawuran
- ASN PPPK Silakan Cek Leger Gaji, Alhamdulillah Gratis
- Kades Kohod Disebut Bersedia Bayar Denda Pagar Laut Rp 48 Miliar
- Hengky Pribadi Mangkir di Sidang Korupsi Retrofit PLTU Bukit Asam
- Marak Penggunaan Teknologi AI, PKB Ikut Arus untuk Hal Positif
- Tidak Semua Driver Ojol Ikut Ajakan Demo soal THR, Alasannya Manusiawi