Gaza Siaga Jelang Pemilu Israel
jpnn.com - Gaza kembali dalam status siaga, Rabu (28/8). Penyebabnya, serangan bom yang menewaskan dua polisi Palestina di wilayah pesisir yang dikuasai Hamas.
Pernyataan Kementerian Dalam Negeri Palestina yang dilansir oleh Al Jazeera mengungkapkan ada dua ledakan yang terjadi pada Selasa malam (27/8).
Pihak berwenang Palestina tidak memberikan rincian kejadian. Namun, menurut saksi mata, tidak ada pesawat terbang saat kejadian. Militer Israel juga membantah terlibat dalam serangan tersebut.
Walaupun begitu, belakangan ini Israel terlihat gencar melakukan berbagai manuver terhadap Palestina. Seperti yang terjadi pada Senin (26/8) kemarin. Pesawat tempur Israel menyerang kompleks militer Hamas dan menewaskan seorang komandan batalyon.
BACA JUGA: Balas Dendam, Israel Kembali Bombardir Gaza
Israel juga mengumumkan akan memotong penyaluran bahan bakar ke pembangkit listrik utama Palestina. Artinya pasokan listrik Gaza yang memang sudah sedikit akan makin dipangkas.
Aksi keras Israel saat ini disinyalir ada hubungannya dengan upaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaannya. Nentanyahu memang sedang berjuang mendapatkan banyak suara dalam Pemilu pada 17 September mendatang.
Netanyahu sendiri dikritik oleh oposisi karena dianggap kurang keras terhadap Hamas. Sehingga, boleh jadi, ini merupakan "kampanye" Netanyahu bahwa dia juga mampu bersikap keras terhadap Hamas. (rmol/jpnn)
Gaza kembali dalam status siaga, Rabu (28/8). Penyebabnya, serangan bom yang menewaskan dua polisi Palestina di wilayah pesisir yang dikuasai Hamas.
Redaktur & Reporter : Adil
- Pimpinan BAZNAS Ajak Umat Muslim Perkuat Dukungan kepada Palestina
- Prabowo Bertemu Joe Biden, Bahas Situasi di Gaza
- Cegah Salah Sasaran, Gerakan Boikot Harus Disertai Legitimasi Syariat yang Kuat
- Seorang Ibu Tolak Belikan Anak Snack Terafiliasi Israel Viral, Dapat Respons Positif
- Presiden Prabowo dan PM Wong Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral Indonesia-Singapura
- Donald Trump Menang, Israel Bakal Makin Brutal di Timur Tengah