Gebrak Meja dan Membentak, Nasir Demokrat Usir Dirut Inalum dari Rapat DPR
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR M Nasir mengusir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID Orias Petrus Moedak saat rapat kerja dengan Holding Tambang BUMN, Selasa (30/6).
Tensi rapat menjadi tinggi saat Nasir yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat itu menanyakan kepada Orias ihwal utang Inalum untuk pengambilalihan 41,64 persen saham PT Freeport Indonesia.
Namun, ternyata Inalum berencana menambah utang. "Saya minta Pak Dirut (jelaskan) utang pembelian 41 persen ini kapan selesai dibayar," kata Nasir.
Orias menjelaskan pembayaran utang itu terbagi dalam beberapa tenura, yakni 3, 5, 10 hingga 30 tahun. Jawaban itu membuat Nasir tidak puas.
"Jadi, sampai 30 tahun kalau perusahaan ini lancar baru selesai. Kalau kita mati, tak selesai nih barang, ganti lagi nanti dirut yang lain, lain lagi polanya," ucap Nasir.
Karena itu, Nasir mengaku agak galau mendengar ada rencana mau utang lagi. Menurutnya, hanya ada dua hal dari risiko berutang, jika usaha lancar berarti bagus untuk pengembaliannya.
"Kalau barang ini tidak lancar, disitalah barang ini. Ini urusan utang," katanya.
Saudara mantan Bendahara Umum Partai Demokrai (PD) M Nazaruddin itu mengaku khawatir bahwa tiga anak perusahaan yang tergabung di bawah Inalum hanya dijadikan sepakai penopang utang. “Maka saya minta data detail mana?” kata Nasir.
Anggota Komisi VII DPR M Nasir mengusir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID Orias Petrus Moedak saat rapat kerja dengan Holding Tambang BUMN, Selasa (30/6).
- Resmikan Fasilitas Freeport di Gresik, Prabowo Berpesan Tegas soal Hilirisasi
- Dapat Suntikan Dana Segar dari Freeport, PSBS Biak Termotivasi Tingkatkan Performa
- Dukung PSBS Biak, PT Freeport Indonesia Salurkan Dana Sebesar Rp 8 Miliar
- Kewajiban Freeport Kepada Papua Belum Selesai
- Bos Freeport Sebut Smart Mining Lebih Aman & Produktif
- Perdana, Freeport Indonesia Kirim Emas Batangan Ratusan Miliar ke PT Antam