Gedung Utama Kejagung Dibangun Lagi, Jaksa Agung: Kebakaran Tak Hentikan Pelayanan Kami
jpnn.com, JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin meresmikan dimulainya pembangunan kembali gedung Kejaksaan Agung yang terbakar tahun lalu.
Dalam sambutannya, Jaksa Agung menyebut ground breaking ini patut disyukuri dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.
"Kita sepatutnya bersyukur, karena peletakan batu pertama merupakan langkah awal, yang akan menentukan kokoh tidaknya bangunan ini kelak," tutur Burhanuddin dalam keterangannya, Senin (28/6).
Burhanuddin menyampaikan, peristiwa terbakarnya gedung utama Kejaksaan Agung menjadi cobaan berat bagi semua pihak, khususnya jajarannya. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat kejaksaan dalam melaksanakan tugas.
"Terbukti pelayanan kantor kejaksaan tidak terhenti dengan terbakarnya gedung, operasional kantor tetap berjalan sebagaimana mestinya, bahkan ditengah keterbatasan tersebut berbagai prestasi berhasil kita raih," jelas dia.
Burhanuddin kemudian melangsungkan seremoni peletakan batu pertama pembangunan Gedung Utama Kejagung.
Selain sebagai ungkapan syukur, hal itu juga menjadi gambaran dari kerja sama yang baik antara pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan ini.
"Bentuk perhatian tersebut haruslah dijawab dengan kesungguhan dan keseriusan Kejaksaan dalam meningkatkan hubungan kerja sama yang sinergis di antara semua pihak yang terlibat, dalam rangka mewujudkan keberhasilan bersama," kata Burhanuddin.
Burhanuddin menyampaikan, peristiwa terbakarnya gedung utama Kejaksaan Agung menjadi cobaan berat bagi semua pihak
- Kepercayaan Publik pada Kejagung Tinggi, Burhanuddin: Modal Politik Besar Presiden Prabowo
- Approval Rating Prabowo Tinggi, Kejaksaan Dinilai Berkontribusi
- Kejaksaan Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik versi Survei Indikator
- Ahli Hukum Pertanyakan Fungsi Intelijen di Kejaksaan
- Soroti Kasus Timah, Pakar Hukum Sebut Kerugian Ekologis Tak Bisa Jadi Bukti Korupsi
- Ahli Hukum: Kejagung Harus Buktikan Kerugian Negara Rp 300 Triliun di Kasus Korupsi Timah