Gelar Silatda, BPIP Menguatkan Peran Forkopimda Sumbar dalam Mengaktualisasi Pancasila

Menurutnya, tidak hanya keindahan alam, tetapi Sumbar terdapat tradisi budaya yang memberikan nuansa kekayaan dan tradisi yang cukup beragam berbasiskan sistem kekerabatan matrinial.
Budaya Minangkabau secara konseptual merupakan budaya terbuka, dialogis, demokratis, egaliter serta cosmopolitan.
"Inilah yang kemudian melahirkan tokoh pemikir, pemersatu, sastrawan, seniman dan budayawan dengan karakter yang juga beragam," ujarnya.
Selain itu ia menilai masyarakat Minangkabau terkenal sebagai perantau yang tangguh dan berkiprah di berbagai bidang kehidupan.
"Karena tradisi merantau inilah orang Minangkabau memiliki kemampuan modal sosial untuk bisa berinteraksi dengan berbagai suku bangsa di nusantara", ujarnya.
Karjono juga mengaku pemikiran yang muncul dari Minangkabau telah memberikan sumbangsih yang besar dalam membentuk konstruksi NKRI.
Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Ir Prakoso mengatakan Silatda bertujuan untuk mencapai peningkatan aktualisasi Pancasila yang dibangun melalui gotong royong dan sinergi antara BPIP dengan unsur kelembagaan di Provinsi Sumatera Barat.
"Saya berharap pada forum Silatda ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pimpinan daerah, para tokoh budaya, adat dan komunitas yang selama ini telah melakukan pembinaan dan pewarisan nilai nilai Pancasila," ujar Prakoso.
BPIP menggelar Silatda yang bertujuan menguatkan peran Forkopimda Sumda dalam mengaktualisasi Pancasila
- Bus Tujuan Palembang Kecelakaan di Sumbar, Begini Kondisinya
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Arus Balik di Jalur Riau-Sumbar Mengalami Peningkatan, Ini Lokasi Rawan Macet
- Gelombang Kedua Pulang Basamo Diberangkatkan, 7.500 Pemudik Gratis Menuju Sumbar
- PA GMNI Dorong Etika Bernegara Berbasis Pancasila untuk Atasi Krisis Demokrasi
- HDCU Gandeng Forkopimda Wujudkan Sumsel Lebih Maju Terus Untuk Semua