Geliat Jajanan Maksiat di Kota Kembang, Tinggal Tunjuk
Minggu, 31 Desember 2017 – 16:44 WIB

Ilustrasi Foto: pixabay
Jika memang ada fakta layanan plus-plus, kata Yuli, itu dilakukan oleh pihak ketiga di Dreamland Spa and Massage.
“Itu di luar pihak kami ya pak, manajemen kami (Dreamland Spa and Massage) sudah melarangnya. Kami tidak bertanggung jawab, itu risiko mereka sendiri,” tuturnya.
Jika ada karyawannya yang menyediakan jasa plus-plus, kata Yuli, risikonya diberhentikan. “Namun selama ini belum pernah ada kejadian seperti itu,” jelasnya.
Fakta dan pengakuan memang tidak harus selalu sama. Semuanya kembali kepada pilihan kita masing-masing. Toh, seperti kita tahu, prostitusi adalah bisnis tertua sepanjang sejarah manusia.
Selalu tersaji dengan bentuk dan kemasan yang berbeda-beda dari zaman ke zaman. (tim)
Aktivitas jajanan maksiat di Kota Bandung kian menggeliat. Tarifnya beragama, tinggal tunjuk dan rogoh kantong.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Rencana Dedi Mulyadi Sulap Gedung Pakuan Jadi Museum, Alasannya
- Aksi Bang Jago Minta THR Sambil Bawa Golok di Kabupaten Bandung Viral di Medsos
- Kasus KDRT Viral di Bandung Naik ke Penyidikan
- H-4 Lebaran, Arus Mudik Jalur Selatan Nagreg Mulai Ramai
- Sibuknya Warga Blok Kupat Bandung, Kebanjiran Orderan Ketupat untuk Lebaran
- Dugaan KDRT Wanita di Bandung, Polisi Ungkap Fakta Ini