Gempa 7,2 SR Guncang Irak dan Iran, Ratusan Tewas

jpnn.com, TEHRAN - Iran dan Irak diguncang gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter, Minggu (12/11). Bencana dahsyat itu menelan 332 korban jiwa dan setidaknya 2.500 luka-luka.
TV Iran mengatakan jumlah korban terbanyak ada di Sarpol-e Zahab. ”Di wilayah Kurdi di Irak utara, tujuh warga tewas dan 301 lainnya terluka,” kata Rekawt Hama Rashee, Menteri Kesehatan Pemerintah Daerah Kurdi.
Perdana Menteri Irak Haider al Abadi menulis di akun Twitter-nya kalau dia telah menginstruksikan tim pertahanan sipil serta Badan Kesehatan dan Bantuan agar melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu korban.
Sementara, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengirim sebuah pesan belasungkawa dan mendesak bantuan militer dan sipil untuk dikirim ke korban gempa. Guncangan juga dirasakan di Pakistan, Lebanon, Kuwait, dan Turki.
Iran, yang duduk di garis sesar utama antara lempeng Saudi dan Eurasia, telah mengalami gempa mematikan sebelumnya. Pada tahun 2005 sebuah gempa berkekuatan 6,4 mengguncang kota Zarand di provinsi Kerman tenggara. Gempa itu menewaskan sedikitnya 400 orang.
Pada tahun 2012 lalu, sepasang gempa mengguncang barat laut Iran yang menewaskan sedikitnya 300 orang. Namun, gempa yang paling mematikan dalam ingatan terakhir terjadi pada tahun 2003. Gempa berkekuatan 6,6 SR itu menewaskan sekitar 31.000 orang. (tia/CNN/AFP/BBC/ce1/JPC)
Iran dilanda gempa bumi terdahsyat dalam 10 tahun terakhir
Redaktur & Reporter : Adil
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Menlu Sugiono Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Ratusan Warga Muslim Tewas akibat Gempa Bumi di Myanmar