Gempa Bumi Bermagnitudo 4,4 di Tapanuli Utara, BMKG Beri Penjelasan Begini

jpnn.com - MEDAN - Gempa bumi bermagnitudo 4,4 terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (27/6), pukul 06.58.10 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik M 4,4 di Tapanuli Utara itu terjadi akibat aktivitas Sesar Sumatera pada Segmen Toru.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan berdasar analisis, episenter gempa bumi tektonik tersebut terletak pada koordinat 2.03 LU dan 99.01 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km timur laut Tapanuli Utara pada kedalaman 5 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi disebabkan oleh aktivitas Sesar Sumatera pada Segmen Toru," kata Hendro Nugroho di Medan, Selasa (27/6).
Adapun dampak gempa bumi berdasar laporan dari masyarakat, yakni berupa guncangan dirasakan III-IV MMI di Tarutung yang dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
"Hingga pukul 07.15 WIB hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," kata Hendro.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Hendro Nugroho. (antara/jpnn)
Gempa bumi bermagnitudo 4,4 terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (27/6), pukul 06.58.10 WIB. BMKG beri penjelasan begini.
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Menlu Sugiono Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- BMKG Sebut Jakarta Diliputi Awan Tebal Hari Ini, Ada Hujan Juga
- Ratusan Warga Muslim Tewas akibat Gempa Bumi di Myanmar