Gempa Cianjur: Ajka Maulana Malik Selamat setelah 3 Hari Terjebak di Reruntuhan, Ibunya

Kepada petugas, Wahyudin menyampaikan keyakinan bahwa keponakannya tersebut masih berada di bawah puing.
"Feeling saja. Tim SAR tanya di mana posisinya, saya kasih tahu ini kamar anak sama ibunya. Kalau posisi jam 13.30 WIB, dia itu biasanya lagi tidur. Jadi, di kamar, kan, pulang sekolah," tuturnya.
Informasi yang diberikan Wahyudin membuahkan hasil. Ajka pun ditemukan di kamarnya dalam posisi tengkurap dan terhalang oleh tripleks.
Saat ditemukan, kata Wahyudin, Ajka berupaya berteriak meminta tolong tetapi kondisinya yang lemah membuatnya tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun.
"Pas dibongkar kehalang kayak tripleks, tripleks dibuka dan lihat ke bawah. Dia ada di sana. Dia kayak mau minta tolong cuma enggak bisa," ungkap Wahyudin.
Saat bencana gempa dan longsor terjadi, Ajka berada di rumah bersama ibu, nenek, kakek, dan kakaknya.
Ibunya sudah ditemukan petugas dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan neneknya belum diketahui keberadaanya.
"Baru Ajka sama ibunya yang ditemukan, ibunya meninggal dunia, enggak selamat. Kemarin sore ditemukan, lokasinya enggak jauh dari Ajka ditemukan," tuturnya.
Beginilah kondisi Ajka Maulana Malik yang selamat setelah tiga hari terjebak puing reruntuhan rumah dan material longsor akibat gempa Cianjur. Ibunya...
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Raya: Surya Langsung Beli Tiket Jam 5 Subuh
- Innalillahi, Satu Orang Tewas di Dalam Mobil Avanza yang Tertimbun Tanah Longsor
- Mengenang Sosok Ray Sahetapy, Ira Wibowo: Kami Semua Sedih, Dia Sangat Open
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar