Gempa Deliserdang Tak Pengaruhi Aktivitas Sinabung

jpnn.com - jpnn.com - Gempa bumi yang mengguncang beberapa wilayah di Sumatera Utara, Senin (16/1) malam, tak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Itu terlihat dengan tidak adanya penambahan jumlah erupsi yang terjadi pascagempa berkekuatan 5,6 skala richter (SR) tersebut.
Hingga Selasa (17/1) siang, erupsi Gunung Sinabung masih terpantau standar, yakni 3 kali dalam sehari.
"Sampai saat ini gempa itu tak mempengaruhi aktivitas vulkanik Sinabung. Karena gempa tektonik itu hanya retakan lempengen," tegas Deri Al Hidayat, Petugas Pemantau Gunung Api Sinabung (PPGA) kepada Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa.
Meski begitu, Deri belum bisa memastikan lebih lanjut yang bakal terjadi beberapa hari ke depan.
"Pokoknya untuk saat ini belum ada pengaruh gempa itu ke Sinabung, tapi ke depan kita belum bisa prediksi. Semoga saja tidak terjadi peningkatan vulkanik. Karena sampai hari ini Sinabung masih berstatus awas level satu," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pasca gempa terjadi, pihaknya mengintensifkan pemantauan untuk melihat perubahan kekuatan kegempaan Sinabung. Data yang dirangkum Sumut Pos, paskagempa hingga kemarin sore, Gunung Sinabung tercatat erupsi sebanyak 3 kali dengan sekali luncuran awan panas.
Erupsi pertama terjadi pada Selasa (17/1) dini hari, tepatnya pukul 01.45 WIB. Erupsi kedua pada pukul 07.17 WIB dan terakhir pukul 08.31 WIB yang diikuti luncuran awan panas.
Gempa bumi yang mengguncang beberapa wilayah di Sumatera Utara, Senin (16/1) malam, tak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas vulkanik
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Menlu Sugiono Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang