Gempa NTT, 504 Rumah Rusak di Sulsel, Ribuan Orang Mengungsi

jpnn.com, SELAYAR - Dampak Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12) lalu membawa dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Sebanyak 504 rumah mengalami kerusakan, kemudian tujuh orang terluka.
"Informasi terbaru, ada tiga luka ringan, dua luka berat di Kecamatan Pasilambena dan dua luka ringan di Kecamatan Pasimarannu, sudah tujuh korban."
"Satu luka berat patah lengan, dan satu orang kondisi koma dirujuk ke Kota Selayar karena tertimpa material bangunan," ujar Kepala BPBD Selayar Ahmad Ansar saat dikonfirmasi, Rabu (15/12).
Korban yang mengalami koma diketahui warga dari Pulau Madu, Pasilambena bernama Syarif Kamba.
Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kota Kabupaten Selayar untuk mendapat penanganan medis.
Data sementara yang dikumpulkan, tercatat sebanyak 46 unit rumah mengalami rusak berat di Pasilambena.
Belum masuk data di dua desa Garopa dan Garopa Raya karena akses komunikasi masih terputus akibat dampak getaran gempa.
Gempa NTT bermagnitudo 7.4 pada Selasa (14/12) lalu mengakibatkan 504 rumah rusak di Kepulauan Selayar, Sulsel, sementara ribuan orang mengungsi.
- Angin Puting Beliung Menerjang Kepulauan Seribu, 10 Rumah Rusak
- 80 Rumah di Lombok Tengah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
- 30 Rumah di Bandung Barat Rusak Gara-Gara Pergerakan Tanah
- Terjun Langsung ke Cimanggung, Bupati Sumedang Pastikan Keselamatan Korban Banjir
- Hujan Deras, Banjir dan Longsor Menerjang Madiun
- Siaga Banjir dan Longsor, BPBD Sumsel Siapkan 100 Personel